Dokter mendefinisikan haid tidak teratur sebagai : amenore (tidak ada haid), dismenore (nyeri haid), menoragia/hipermenore (haid panjang/pendarahan berat), metroragia (pendarahan diantara siklus haid) dan polimenore (sering dapat haid).
Hingga usia 40 tahun, sekitar 90% wanita mempunyai haid yang teratur, dan antara usia 40 hingga 50 tahun hanya 10 % saja yang mempunyai haid yang teratur. Di usia ini juga ada sekitar 10% wanita yang mengalami henti haid secara tiba-tiba yang biasanya didahului dengan haid yang tidak teratur. Dengan kata lain pada wanita premenopause, memang terjadi haid yang tidak teratur.
Siklus haid tidak teratur disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya :
1. Adanya kista di indung telur, fibroid, atau masalah rahim lainnya.
2. Penyakit hipotiroid/hipertiroid (kurang atau berlebihnya hormon tiroid)
3. Penyakit Cushing (kelenjar adrenal yang overaktif)
4. Disfungsi kelenjar pituitary
5. Obat-obatan seperti kortison (prednison), digoxin, antikoagulan (Warfarin), obat anti kolinergik, dan obat-obatan yang berkaitan dengan otak seperti benzodiazepines (Valium, Ativan), obat serotonin reuptake inhibitor/ SSRI seperti Prozac dan Effexor.
6. Pemakaian IUD, progestin
7. Adanya ketidakseimbangan hormonal, dimana estrogen terlalu dominan dibanding progesteron
Apa yang perlu saya lakukan ?
1. Perbanyak sayur dan buah sebagai sumber serat. Asupan serat, sekurang-kurangnya 20-30 gram per hari
2. Minumlah vitamin B6 (piridoksin) : 50-100 mg per hari untuk 2 minggu tiap bulan
3. Minumlah magnesium : 200-400 mg per hari
4. Ikuti prosedural terapi oksigen dan program pembersihan liver
5. Bila perlu, gunakan evening primrose oil, herbal vitex, atau krim progesterone alami bila ada dominasi estrogen.
Yang harus dihindari
1. Produk susu dan olahannya
2. Makanan sampah (junkfood) seperti kopi, gula dan karbohidrat yang banyak mengalami pengolahan
3. Kurangi makan daging, yang diduga banyak mengandung polutan pestisida atau obat-obatan.
Setiap wanita yang memasuki usia pubertas akan mengalami haid pertama yang disebut menarche. Seharusnya kita mendapat haid setiap bulan sekali, namun di saat-saat awal menstruasi pertama sampai ketiga mungkin tidak atau belum teratur, dan ini wajar saja. Yang dimaksud pada judul tulisan ini, adalah menstruasi pada wanita dewasa yang sudah biasa mendapatkan haid secara teratur setiap bulan, lantas tiba-tiba siklus haidnya terganggu, maju atau mundur, dan lain-lain. Apa dan bagaimana haid tidak teratur itu? Haid normal adalah haid yang terjadi selama beberapa hari sampai satu minggu lamanya setiap satu siklus. Banyaknya perdarahan pervaginam pada haid normal diukur dengan berapa kali kita mengganti pembalut wanita setiap harinya pada siklus haid. Siklus haid normal, bila menstruasi berikutnya berjarak 25 hari sampai 34 hari dihitung sejak hari pertama menstruasi sebelumnya. Haid normal, bila kita mengganti pembalut maximalnya tiga kali sehari, tidak tergantung aktivitas yang anda kerjakan pada hari itu. Banyak olah raga atau hanya mengerjakan pekerjaan di kantor, sama saja yaitu maximal tiga kali ganti pembalut per hari. Apabila lebih dari itu, disebut menorrhagia, keadaan tidak normal. Sebaliknya ada juga yang tetap berdarah diluar siklus haid, hal inipun tidak normal dan disebut metrorrhagia. Bila perdarahan tetap banyak didalam dan diluar siklus haid, ini yang disebut meno-metrorrhagia dan hal ini cukup mengkhawatirkan. Bila anda mengalami seperti itu, cepatlah periksa ke dokter kebidanan, karena tidak boleh dibiarkan berlama-lama.. Meno-metrorrhagia perlu ditelusuri lebih lanjut, dicari penyebabnya, sehingga segera dapat diatasi. Perdarahan yang dibiarkan lama, maka anemia menjadi satu kondisi yang pasti akan dialami dan membahayakan keselamatan disamping adanya gangguan hormonal serta kemungkinan telah terjadi kanker yang mengenai korpus uteri, bagian dari rahim dimana biasanya janin tumbuh dan berkembang. Kemungkinan kanker korpus juga harus diwaspadai, bila pada seorang menopause yang tiba-tiba mendapat haid lagi setelah bertahun-tahun mati haid (amenorrhea). Jangan buang waktu, segeralah kunjungi dokter kebidanan, agar dapat dilakukan pertolongan secepatnya. Kita berpacu dengan waktu, karena kanker korpus sangat cepat perjalanan penyakitnya, bahkan begitu cepat menyebar ke paru-paru yang biasanya berakhir dengan kematian dalam waktu singkat… Pada gangguan hormonal dengan mudah akan diberikan hormon yang sesuai, sehingga permasalahan dapat diatasi. Jadi jangan sepelekan soal menstruasi yang tidak teratur ini. Selalu alert dan waspada akan segala hal yang mungkin terjadi, luangkan waktu anda untuk memperhatikan hal-hal yang tidak beres dalam diri anda sendiri.
Idealnya, siklus haid teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 21 sampai 35 hari setiap kali periode haid. Dengan siklus haid yang normal, secara fisiologis menggambarkan, organ reproduksi ibu cenderung sehat dan tak bermasalah. Sistem hormonalnya baik, ditunjukkan dengan sel telur yang terus diproduksi dan siklus haidnya teratur. Intinya, secara kasat mata ibu diyakini dalam kondisi sehat. Sehingga, dengan siklus normal ini, ibu akan lebih mudah mendapatkan kehamilan, menata rutinitas, menghitung masa subur, dan lainnya.Pada kenyataannya, tak semua perempuan memiliki siklus haid yang normal. Banyak di antara mereka yang siklus haidnya tidak teratur, yakni siklusnya tidak memiliki pola tertentu. Mungkin pada awalnya siklus haid lebih dari 35 hari, namun kemudian akan timbul perdarahan haid di luar siklus haid normal. Misal, siklusnya semula 35-40 hari tetapi bulan berikutnya bisa tidak haid selama 3 bulan. Di sisi lain, ada pula yang dalam sebulan bisa mengalami haid lebih dari sekali. Contoh, bulan ini haid terjadi tanggal 10, kemudian datang lagi pada tanggal 25 di bulan yang sama. Haid yang berlangsung kurang dari 21 hari dikategorikan siklus pendek.
Baik siklus pendek maupun panjang, sama-sama menunjukkan ketidakberesan pada sistem metabolisme dan hormonal. Dampaknya pun sama, yaitu jadi lebih sulit hamil. Pada siklus pendek, ibu mengalami “unovulasi” karena sel telur tidak terlalu matang sehingga sulit untuk dibuahi. Pada siklus panjang, hal ini menandakan sel telur jarang sekali diproduksi atau ibu mengalami ketidaksuburan yang cukup panjang. Jika sel telur jarang diproduksi berarti pembuahan akan sangat jarang terjadi. Padahal, haid merupakan tanda kalau ibu sedang subur.
Ketidakteraturan haid ini pun membuat ibu sulit mencari kapan masa subur dan tidak. Seharusnya, jika haid teratur, masa subur dapat ditemukan dengan mudah. Contoh, jika siklusnya 30 hari, maka masa subur diperkirakan 16 hari setelah hari pertama haid. Berbeda dengan siklus panjang dan pendek, sulit sekali menghitung masa subur karena tak ada rumus yang dapat digunakan.
Namun begitu, ibu tak perlu berkecil hati. Sebab, dengan kecanggihan pengobatan modern, hal ini bisa diatasi. Nanti dokter akan membantu ibu mencari apa penyebabnya, untuk kemudian diberikan solusinya yang tepat. Tentu diperlukan kerja sama yang lebih intens antara ibu dan pasangan dengan dokter. Mudah-mudahan dengan terapi yang dilakukan bisa membuat ibu segera hamil.
RAGAM Penyebab & Solusinya
Banyak penyebab kenapa siklus haid menjadi panjang atau sebaliknya, pendek. Namun, penanganan kasus dengan siklus haid yang tidak normal, tak berdasarkan kepada panjang atau pendeknya sebuah siklus haid, melainkan berdasarkan kelainan yang dijumpai. Penanganan dilakukan oleh dokter berdasarkan penyebabnya.
* Fungsi Hormon Terganggu
Haid terkait erat dengan sistem hormon yang diatur di otak, tepatnya di kelenjar hipofisa. Sistem hormonal ini akan mengirim sinyal ke indung telur untuk memproduksi sel telur. Bila sistem pengaturan ini terganggu, otomatis siklus haid pun akan terganggu.
Penanganan:
Jika terdapat kekurangan hormon, maka dapat ditambahkan hormon yang kurang tersebut (misal, kekurangan hormon estrogen, maka dapat ditambahkan hormon estrogen). Jika terdapat hormon yang berlebih, maka dilakukan pemberian obat tertentu sehingga kadar hormon kembali normal (misal, kadar hormon prolaktin yang berlebih dapat dikurangi dengan pemberian obat tertentu). Jika terdapat hormon yang tidak seimbang, maka ditambahkan hormon lain agar lebih seimbang.
* Kelainan Sistemik
Ada ibu yang tubuhnya sangat gemuk atau kurus. Hal ini bisa memengaruhi siklus haidnya karena sistem metabolisme di dalam tubuhnya tak bekerja dengan baik. Atau ibu menderita penyakit diabetes, juga akan memengaruhi sistem metabolisme ibu sehingga siklus haidnya pun tak teratur.
Penanganan:
Untuk mengatasi problem gemuk atau kurus sehingga sistem metabolismenya membaik adalah dengan mengatur pola makan yang tepat. Ibu bisa melakukan diet dengan panduan dari seorang ahli supaya asupan yang masuk sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sedangkan untuk penderita diabetes kadar gula dalam darah atau kadar insulin dalam darah tinggi sehingga dapat menyebabkan gangguan siklus haid, pemberian obat antidiabetik atau obat insulin “sensitizer” dapat memperbaiki siklus haid kembali normal dan bahkan memperbaiki kesempatan untuk hamil.
* Stres
Stres jangan dianggap enteng sebab akan mengganggu sistem metabolisme di dalam tubuh. Bisa saja karena stres, si ibu jadi mudah lelah, berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolismenya terganggu. Bila metabolisme terganggu, siklus haid pun ikut terganggu.
Penanganan:
Stres yang dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi adalah stres psikis yang berat seperti kesedihan yang sangat hebat (orangtua atau pasangan hidup atau anak meninggal dunia), atau kehidupan yang sangat menekan seperti kehidupan di dalam penjara wanita. Stres psikis yang hebat dapat meningkatkan hormon CRH atau kortisol, yang dapat mengganggu produksi hormon reproduksi. Untuk mengatasinya adalah dengan mengatasi stres itu sendiri lewat terapi yang dilakukan oleh ahlinya. Jika stres bisa diatasi, siklus haid bisa normal.
* Kelenjar Gondok
Terganggunya fungsi kelenjar gondok/tiroid juga bisa menjadi penyebab tak teraturnya siklus haid. Gangguan bisa berupa produksi kelenjar gondok yang terlalu tinggi (hipertiroid) maupun terlalu rendah (hipotiroid). Pasalnya, sistem hormonal tubuh ikut terganggu.
Penanganan:
Jika hormon tiroid terlalu tinggi maka perlu ditambahkan obat agar produksi kelenjar gondok menurun, dan sebaliknya jika hormon tiroid terlalu rendah maka perlu ditambahkan obat agar hormon tiroid kembali normal. Intinya produksi kelenjar harus sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh.
* Hormon Prolaktin Berlebihan
Pada ibu menyusui, produksi hormon prolaktinnya cukup tinggi. Hormon prolaktin ini sering kali membuat ibu tak kunjung haid karena memang hormon ini menekan tingkat kesuburan ibu. Pada kasus ini tak masalah, justru sangat baik untuk memberikan kesempatan pada ibu guna memelihara organ reproduksinya. Sebaliknya, jika tidak sedang menyusui, hormon prolaktin juga bisa tinggi, biasanya disebabkan kelainan pada kelenjar hipofisis yang terletak di dalam kepala.
Penanganan:
Produksi hormon prolaktin yang berlebihan dapat disebabkan oleh stres psikis yang hebat atau karena terdapat tumor pada kelenjar hipofisis yang menghasilkan hormon prolaktin lebih banyak. Untuk menekan produksi hormon prolaktin yang berlebih dapat diberikan obat saja, atau jika diperlukan dapat dilakukan operasi pembedahan untuk mengangkat tumor di kelenjar hipofisis tersebut.